Sabtu, 28 Januari 2012

46 Spesies Baru di Hutan Tropis Suriname

Banyak hewan-hewan yang terancam punah, namun dibalik itu bermunculan spesies-spesies baru di dunia.

PARAMARIBO - Ekspedisi hutan tropis perawan di Suriname membuahkan penemuan lebih dari 40 spesies baru. Tiga yang paling unik di antaranya adalah lele berduri (armoured catfish), crayola katylid, dan katak cowboy (cowboy frog).

Lele berduri ditemukan dalam ekspedisi tersebut memiliki lempengan tulang berlapis duri, untuk melindungi tubuhnya dari serangan piranha raksasa yang berbagi habitat dengannya. Kemudian crayola katylid adalah seekor jangkrik dengan tubuh berwarna cerah, sedangkan katak cowboy adalah amfibi dengan garis berwarna putih di sepanjang kakinya dan pada tumitnya terdapat sesuatu yang menyerupai taji.

Ketiga hewan bertubuh unik di atas termasuk di antara hewan yang berpotensi sebagai spesies baru. Seperti diwartakan BBC, Rabu (25/1/2012) saat ini tim ekspedisi tersebut sedang dalam proses meneliti dan mengkonfirmasi manakah yang termasuk hewan yang baru ditemukan.

Tim ekspedisi tersebut juga menemukan hewan menakjubkan lainnya yang memang sudah dikenal oleh ilmu pengetahuan. Dilansir dari Live Science, hewan menakjubkan tersebut adalah katak Pac-Man (Ceratophrys cornuta), spectacular conehead katydid (Loboscelis bacatus), dan great horned beetle (Coprophanaeus lancifer).

"Dengan banyaknya serangga unik dan mengagumkan, wilayah tersebut adalah surga bagi ahli serangga dalam tim kami. Saya bahkan tidak perlu mencari semut karena mereka sendiri yang melompat ke arah saya," kata Leeanne Alonso dari Global Wildlife Conservation.

Selain hewan-hewan menakjubkan, mereka juga menemukan petroglyphs (ukiran batu) di dalam gua yang luas, dekat desa Kwamalasamutu, di dalam situs purbakala Werehpai. Situs ini dikenal sebagai pemukiman tertua manusia di selatan Suriname, dengan perkiraan terakhir menunjukkan tanda-tanda pernah digunakan sebagai tempat tinggal pada 5.000 tahun yang lalu. Saat ini lembaga Conservation International bekerja sama dengan masyarakat setempat sedang berupaya melestarikan dan mempromosikan Werehpai untuk ecotourism.(okezone)

Semoga bermanfaat :-)

Baca Artikel Terkait

0 komentar:

Poskan Komentar